Pemuda & pemudi merupakan sumber insani untuk membangun bangsa dan negara maka dibutuhkan pemuda & pemudi yang berkarakter sehingga bisa menjadi anggota masyarakat yang mempunyai kesadaran kehidupan yang harmonis dan demokratis dengan tetap memperhatikan norma-norma sosial di masyarakat dengan terus mengamalkan nilai-nilai luhur yang terdapat dalam butir-butir pancasila.
Kantin kejujuran yang ke 1000 diresmikan di SMAN 42 Jakarta timur oleh jaksa agung republik Indonesia bpk Hendrawan Supanji pada tanggal 15 oktober 2008 sebagai salah satu wujud pendidikan yang diberikan untuk menanamkan moral bangsa yang luhur dalam upaya mengamalkan pancasila dalam membangun sikap jujur pada para peserta didik.
Setelah kantin kejujuran berjalan dua tahun, dilakukan evaluasi te
rhadap pelaksanaanya di lapangan, dan ditemukan fakta bahwa kantin kejujuran tidak berkembang dengan baik, hal ini bisa dilihat adanya beberapa kantin kejujuran yang ditutup dibeberapa sekolah, ada yang keberadaannya hanya dijadikan sebagai symbol saja dsb. Dengan melihat perkembangan di lapangan, maka SMA 42 mencoba melakukan inovasi dengan pengembangan kantin kejujuran yang dikolaborasikan dengan pelajaran ekonomi akuntansi melalui laboratorium ekonomi, kegiatan tersebut diberi nama KOMPLEK, yaitu Kegiatan OSIS Mengamalkan Pancasila Lewat Esensi Kejujuran. Dengan kegiatan ini diharapkan para pelajar dapat lebih mengembangkan kemampuan berwirausahaan dengan tetap mengamalkan Pancasila Lewat Esensi Kejujuran. Program ini diresmikan pada tanggal 12 oktober 2010 oleh Ketua Permata Bangsa DR Dody Susanto disaksikan oleh bpk wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta bpk Drs Rationo MPd.
Kegiatan di laboratorium ekonomi mengedepankan pendidikan ekonomi yang kreatif, mampu memunculkan jiwa entrepreneurship, dan berkarakter. contohnya pada saat praktek, guru sebagai pembimbing dan siawa dituntut kreatif dengan mengembangkan modal yang diberikan, mulai dari belanja, menata, menjual, memantau, menghitung barang yang terjual, barang yang tersisa, menghitung keuntungan, membukukan sesuai teori yang diberikan dalam ekonomi akuntansi sehingga siswa diharapkan tumbuh/ memiliki jiwa wirausaha atau entrepreneurship yaitu semangat atau sikap perilaku dan kemampuan seseorang menangani usaha / kegiatan, yang mengarah upaya menciptakan efisiensi dalam ranka memberikan pelayanan yang lebih baik atau memperoleh keuntungan.
Berbeda dengan di toko pada umumnya, di laboratorium ekonomi pembeli melayani dirinya sendiri. Transaksi jual beli dilakukan dengan modal kepercayaan satu sama lain dengan mengedepankan kejujuran, sedangkan penglolaanya secara tim atau kelompok sehingga bisa membentuk karakter peserta didik yaitu mengembangkan nilai nilai kejujuran, kerja sama, kekompakan dalam tim kerja,tanggung jawab,tenggang rasa, pantang menyerah, tangguh, kerja keras dan berjiwa wirausaha.
LAST_UPDATED2


